Sebagai sebuah bangsa, pola berfikir kita akan berbeda dengan bangsa – bangsa lain di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan kita (NKRI) memiliki struktur BANGSA DULU LAHIR BARU MEMBENTUK NEGARA, adapun Negara – Negara lain diseluruh dunia memiliki struktur NEGARA DULU DIBENTUK BARU BANGSANYA TERLAHIR KEMUDIAN. Strukturnya berbeda antara satu sama lain.
ANALISANYA:
Berdasarkan sejarah terbentuknya NKRI, Bangsa Indonesia berfungsi sebagai pondasi dari NKRI. Adapun Negara akan berfungsi sebagai bangunan diatasnya. Dalam hal ini, Negara Republik Indonesia adalah cerminan dari Bangsa Indonesia. Dilain sisi, Negara2 lain di dunia kebalikannya, yaitu Negara berfungsi sebagai pondasi, adapun bangsanya berfungsi sebagai bangunan diatasnya.
Yang harus kita fahami, Bangsa adalah ketetapan ALLAH (QS.Al-Hujjarat:13), tetapi kalau Negara adalah buatan manusia. Makanya, landasan berfikir kita pasti akan berangkat dari Keyakinan (Aqidah) yang kuat. Oleh karena itu, orientasi berfikir yang terbangun adalah POLA BERFIKIR AGAMIS dan MEMBANGUN KEPEMIMPINAN agar HARKAT DAN MARTABAT HIDUP RAKYAT TERANGKAT. Berbeda dengan negara lain (misal:USA, UK, Australia, Malaysia, Saudi Arabia, Jepang, Rusia, Jerman, dll..) yang memiliki pondasinya adalah Negara; sebagai suatu kreasi manusia, maka akan berorientasi terhadap KEPENTINGAN, KEKUASAAN dan CENDERUNG MATERIALIS. Makanya agar mereka maju, yang diperkuat adalah Negaranya (kita perhatiin). Namun tidak demikian untuk KITA, yang harus diperkuat adalah bangsa nya; sebagai wujud ke Imanan kita sebagai generasi penerus.
Lebih jauh lagi, meningat bangsa memiliki karaktersitik yang pasti, tetap, dan diterima oleh siapapun juga, maka pendekatan keilmuan yang harus kita gunakan adalah Ilmu Pasti, jangan menggunakan Ilmu Kira – kira yang lebih mengandalkan asumsi. Apalagi plagiat; mengacu sana – sini..
YANG TERJADI HARI INI:
Kita hidup seolah2 Negara dulu baru Bangsa; ya Pemimpinnya, Ulamanya, Pendetanya, Akademisinya, apalagi Rakyatnya.. Artinya, dpt kita katakan KITA SEBAGAI BANGSA sudah DZALIM, karena kita meniru KAUM LAIN..
TUGAS KITA BERARTI:
Sebagai bangsa, agar kita tidak tergolong ke dalam Orang2 yang mengingkari nikmat ALLAH, maka harus faham terhadap sejarah bangsa yang benar agar mampu membangun Hukum yang tidak bertentangan dengan Sunnatullah (bersifat pasti, tetap, dan diterima oleh siapapun juga)... Insya ALLAH akhirnya kita akan hidup Berjati Diri, Engga Plagiat, apalagi Nurut sama Asing..
Bagaimana membangun Pemikiran dan llmu Pengetahuan yang Orisinil? Pemahaman dasar apa yang menjadi prasyarat dasar kompetensi yang dibutuhkan?.. Tugas kita berikutnya..
Banten, 28 Februari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar